Kali ini Bung Wijoto akan membagikan tips sederhana mengetahui air sumur pantek layak dikonsumsi atau tidak. Yang dimaksud konsumsi disini adalah untuk di minum.
Sekarang ini air bersih sudah jadi kebutuhan masyarakat, bahkan rela beli air bersih hanya sekedar untuk mandi, yang disebabkan air sumur yang kita punya kadang tidak layak atau bisa dibilang tercemar.
Nah bagaimana mengetahui air sumur yang layak di konsumsi ?..
Pertama jika kita membeli rumah, baik di perumahan KPR atau perumahan yang ada dikampung2 hal yang pertama di perhatikan adalah soal air. Apakah air sumur pantek nya layak dikonsumsi atau tidak, atau bisa dibilang bersih atau tidak.
Air yang dikatakan bersih yang bisa dikonsumsi yaitu air yang tidak berbau dan berwarna.
Anda bisa membeli alat pengukur kadar kandungan zat kimia pada air di apotik2 atau toko bahan kimia, lalu bagaimana jika kita tidak punya alat tersebut ?
Bung Wijoto akan membagikan tips sederhana mengetahui air sumur yang layak dikonsumsi.
Percobaan 1 :
Pertama siapkan bahan2 sederhananya :
1. Botol bekas air mineral ( bisa menggunakan bahan lain asal berwarna bening )
2. Air sumur panteknya dan air pembanding ( bisa air hujan atau air mineral kemasan, atau juga bisa yang lainya )
3. Spidol untuk penanda botol 1 dan lainya
4. Wadah bekas untuk melihat warna air ( sebaiknya yang warna putih susu )
5. Sinar matahari
- Potong jadi 2 botol bekas air mineral
- Tuang sedikit air sumur pantek pada salah satu botol air mineral, lalu beri tanda
Disini TS menggunakan air hujan sebagai pembanding.
- Tulis atau bedakan letak air hujan dan air sumur pantek.
Tulis sesuatu pada botol tersebut sebagai penanda, kalo diisi dengan air sumur tulis S pada botol tersebut, dan jika di isi dengan air hujan tulis aja H.
Mengapa Bung Wijoto memilih air hujan sebagai pembanding ?
Dikarenakan bukan rahasia lagi, dari zaman nenek moyang kita air hujan adalah air murni yang turun dari langit yang sudah steril karena sudah melalui penyulingan alami dari alam.
- Kemudian jemurlah kedua botol tersebut pada matahari langsung sampai terlihat adanya perbedaan warna dari sebelumnya. Ini bisa saja sampai berhari-hari, atau berbulan - bulan, tergantung dari kandungan air sumur tersebut.
- Jika sudah terlihat ada nya perbedaan warna pada botol tersebut maka kita bisa memastikan apakah air sumur kita layak untuk dikonsumsi ?
Bagaimana melihat perbedaanya ?
Kali ini Bung Wijoto mengamati air sumur pantek dan air hujan sebagai pembanding selama 3 Minggu dalam menjemur air tersebut.
Kita bisa melihat gambar berikut sebagai analisa,
Air sumur dan air hujan sama - sama berubah warna kehijau-hijauan, yang berarti air sumur dan air hujan sama - sama berlumut atau mengandung lumut, dimana lumut adalah tumbuhan yang bisa hidup pada air yang bisa dibilang air bersih yang tidak berbau dan berwarna.
Air yang mengandung lumut tersebut apakah layak untuk dikonsumsi ?
Kita bisa mencoba memasaknya dan meminumnya, cobalah sedikit dulu dan rasakan apakah ada bau lumpur / bau karat ? Atau rasanya hanya tawar seperti air mineral ?
Jika rasanya sudah seperti air mineral maka air sumur kita termasuk air sumur yang layak dikonsumsi, kita pun bisa mencoba merebus air hujan sebagai perbandingan, jika air hujan yang kita rebus sama rasanya seperti air sumur kita berarti air sumur kita layak untuk di konsumsi.
Berikut percobaan kedua jika air sumur kita termasuk kategori tidak layak di konsumsi :
Sama seperti percobaan pertama, tetapi di sini Bung Wijoto akan mengambil sampel air sumur yang tidak layak konsumsi milik tetangga, bagaimana warnanya ?
Kita bisa lihat perbedaanya dengan air hujan yang kita pakai sebagai pembanding.
Bung Wijoto melakukan pengamatan selama 3 minggu
Perubahan warna air sumur dan air hujan terlihat jelas,
Air sumur pantek terlihat agak butek kecoklatan, dan tidak ditumbuhi oleh lumut.
Air hujan sama seperti sebelumnya, masih ditumbuhi oleh lumut, itu terlihat dari perubahan warna menjadi kehijau-hijauan.
Setelah dituang ke wadah yang berwarna putih susu maka terlihat jelas perbedaanya.
Air sumur pantek ini bisa dikategorikan air yang belum layak untuk di konsumsi, mungkin hanya bisa untuk keperluan MCK.
Bung Wijoto akan mencoba dengan tips selanjutnya, yaitu mengamati perubahan panci yang dipakai untuk merebus air sumur dan air hujan, percobaan ini mungkin membutuhkan waktu yang lama, bisa sampai bulanan bahkan tahunan.
Persiapkan alat dan bahan - bahanya :
- 2 buah panci
- sebuah kompor 2 tungku
- Air Sumur pantek dan air hujan sebagai pembanding
- dan Kamera untuk mengabadikannya ....he..he...he
Pertama masaklah kedua air tersebut pada masing2 panci yg berbeda, dan jangan di tukar - tukar, jika panci 1 untuk air sumur dan panci 2 untuk air hujan, maka masaklah air tersebut sesuai wadahnya, karena hal ini untuk melihat perubahan warna pada panci tersebut, percobaan ini dilakukan berulang ulang, jika ingin cepat melihat perubahannya, maka bisa dilakukan 3 kali sehari dalam memasaknya, bisa pagi - siang - sore.
Bedakan panci untuk air sumur dan air hujan
Air sumur yang tidak layak konsumsi terlihat pada warna dasar panci yang kecoklatan, hal ini bisa terlihat dengan terus menerus memasak air tersebut.
Bung Wijoto kali ini menggunakan sampel air yang tidak layak konsumsi milik tetangga.
Air hujan yang dimasak pakai panci ini terus menerus maka bisa dilihat panci tersebut masih bersih tidak kecoklatan, yang artinya air hujan yang dimasak bisa dikatakan layak di konsumsi.
Air yang dimasak terlihat bening, tapi jika dimasak dengan terus menerus serial hari maka akan terlihat perubahan warna pada wadah tempat memasaknya.
Air hujan yang dimasak secara terus menerus serial hari tidak menimbulkan bekas pada pwadah tempat memasaknya, hal ini dikarenakan air hujan adalah air murni dari alam yang steril karena sudah melalui proses penyulingan secara alami.
Demikianlah analisa sederhana dari Bung Wijoto Tips Sederhana mengetahui air sumur layak konsumsi atau tidak, jika anda masih ragu apakah air sumur milik anda layak dikonsumsi atau tidak, anda bisa menggunakan alat untuk mengukur kadar oh air tersebut dan mengukur berapa kandunagan zat yang terdapat pada air tersebut menggunakan alat yang dikenal dengan EC Meter, bisa juga TDS Meter, dan juga PH Meter untuk mengetahui apakah air tersebut terlalu asam atau basa.
Untuk mengetahui bagaimana cara menggunakannya akan Bung Wijoto Ungkap secara lengkap selanjutnya di blog ini, nantikan artikel selanjutnya.
Terima kasih telah berkunjung di blog Bung Wijoto, semoga tulisan Bung Wijoto ini bisa bermanfaat, aamiin



















Tidak ada komentar:
Posting Komentar